Jumat, 13 Januari 2012

Latihan Soal B.Indonesia SD



LKS


LKS Puisi
View more documents from Tian Sarwoyo.

Lembar Kerja Siswa



Manajemen SDM



Micro Teaching



Character Education

Pendidikan Karakter Butuh Keteladanan
 http://edukasi.kompas.com/read/2011/12/04/16020658/Pendidikan.Karakter.Butuh.Keteladanan
 
KENDARI, KOMPAS.com- Pendidikan karakter tidak berhasil jika hanya retorika. Suksesnya pendidikan karakter justru butuh keteladanan.
"Kita sering membicarakan karakter bangsa, tetapi hanya sebatas retorika. Tidak sedikitpun tercermin dalam kehidupan sehari-hari, terutama dari pemimpin bangsa. Padahal, pendidikan karakter itu efektif dengan keteladanan," papar Darni M Daud, Rektor Universitas Syiah Kuala dalam pertemuan tahunan Forum Rektor Indonesia di Universitas Haluoleo, Minggu (4/12/2011).
Idrus R Paturusi, Rektor Universitas Hasanuddin Makassar, mengatakan, pendidikan karakter bagi mahasiswa penting. "Begitu mahasiswa lulus, mereka nanti masuk persaingan. Tanpa karakter yang kuat, mereka tidak mampu bersaing," ujar Idrus.
Menurut Idrus, pendidikan karakter memang butuh keteladanan. Sebab, perangkat belajar pada manusia lebih efektif secara audio-visual.
Sementara itu, I Wayan Rai S, Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar, mengingatkan pemanfaatan seni untuk membangun karakter dan meningkatkan daya saing bangsa. Selain melatih keterampilan, juga mampu menanmkan nilai-nilai.
"Tetapi sayang, seni belum dipandang baik di negeri ini. Bahkan, sekolah seni saja masih sedikit. Padahal, seni berperan besar dalam pembentukan karakter bangsa," kata Wayan.
Retno S Sudibyo, Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM), menjelaskan, pendidikan karater di kampus singkat. Seharusnya pembentukan karakter sudah secara serius dilaksanakan di jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Retno menjelaskan kampus ini memanfaatkan program kuliah kerja nyata (KKN) pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari pendidikan karakter. Mahasiswa dibentuk untuk berempati dan peduli secara multidisiplin keilmuan sekaligus membangun kepemimpinan.
 

Pendidikan Karakter

Gagalnya Pendidikan Karakter Kesalahan Pendidikan?

 http://edukasi.kompas.com/read/2011/12/12/10273315/Gagalnya.Pendidikan.Karakter.Kesalahan.Pendidikan

BANDUNG, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tak mau disalahkan jika hingga saat ini belum terlihat hasil dari program pendidikan karakter yang telah dicanangkan kementerian. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Khairil Anwar Notodipuro mengatakan, perlu waktu dan sinergitas dari semua pihak untuk membentuk karakter, khususnya pada anak-anak usia sekolah.
Jangan menyimpulkan gagalnya pendidikan karakter karena sebuah kasus. Jika kesalahan pendidikan dituding sebagai gagalnya pendidikan karakter, itu tidak adil
Menurut Khairil, ada tiga hal yang menjadi perhatian terkait upaya menanamkan pendidikan karakter. Pertama, kesadaran jika perubahan dan pembentukan karakter tidak bisa dilakukan dalam waktu sesaat. Kedua, minimnya waktu belajar siswa di sekolah-sekolah. 

"Yang ketiga itu lebih penting, jangan menyimpulkan gagalnya pendidikan karakter karena sebuah kasus. Kita harus menyimpulkan pada fakta yang menggejala, jika kesalahan pendidikan dituding sebagai gagalnya pendidikan karakter, saya rasa itu tidak adil," kata Khairil, Minggu (11/12/2011) malam, seusai membuka kampanye nasional "Peran Penelitian dan Pengembangan dalam Pembangunan Karakter Bangsa", di Hotel Horison, Bandung, Jawa Barat.

Ia menjelaskan, pendidikan karakter kebangsaan telah lama dicanangkan, bahkan sejak era Presiden Soekarno. Namun, ia mengakui, dalam perjalanannya banyak mengalami pasang surut. Khairil menegaskan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya baru bisa dirasakan beberapa tahun mendatang.

"Sekarang, atau dalam beberapa tahun terakhir kami ingin kembali menjalankan pendidikan karakter. Ini harus terus dikembangkan, karena menyangkut jati diri. Jika tidak, maka bangsa kita akan tergilas," ujarnya.

Diksi dalam Puisi



Soal Try Out UN Bahasa indonesia SD