Jumat, 06 November 2009

Berikan komentar Anda tentang "GURU IDEAL MENURUT ANDA"

45 komentar:

Unknown mengatakan...

Guru ideal menurutku:
a. Guru yg sungguh memanusiakan manusia
b. Guru yg sungguh2 menjadikan sekolah sebagai tempat untuk mewujudkan proses hominisasi dan humanisasi

Anonim mengatakan...

Guru Ideal

Menjadi guru ideal adalah hal yang sulit, karena guru ideal harus memenuhi banyak kriteria tertentu. Menurut saya, guru ideal adalah guru yang:
1.menguasai materi;
2.mampu membuat murid mengerti materi yang diajarkan secara tidak monoton;
3.dapat mengkoordinasi murid ketika melakukan tugas;
4.tidak membebani murid dengan tugas, latihan dan lain-lain yang terlalu berat;
5.tidak memberi tugas yang kurang berguna(tak efektif) atau boros(tak efisien);
6.mempunyai kriteria penilaian yang jelas;
7.memiliki pengendalian emosi yang baik;
8.bersikap wajar, tidak terlalu eksentrik;
9.dapat menjadi contoh yang baik dan benar;
10.bersikap adil dan sabar;
11.tidak sewenang-wenang;
12.mempunyai wibawa juga tanggung jawab;
13.tidak menyukai kekerasan dan memiliki kasih juga ketulusan;
14.memahami dalam hal apa ia harus bersikap konsisten atau fleksibel.

Nama: Jessica G
Kelas/ no. absen: XIIA4/ 25

Anonim mengatakan...

Guru Ideal

Menjadi guru ideal adalah hal yang sulit, karena guru ideal harus memenuhi banyak kriteria tertentu. Menurut saya, guru ideal adalah guru yang:
1.menguasai materi;
2.mampu membuat murid mengerti materi yang diajarkan secara tidak monoton;
3.dapat mengkoordinasi murid ketika melakukan tugas;
4.tidak membebani murid dengan tugas, latihan dan lain-lain yang terlalu berat;
5.tidak memberi tugas yang kurang berguna(tak efektif) atau boros(tak efisien);
6.mempunyai kriteria penilaian yang jelas;
7.memiliki pengendalian emosi yang baik;
8.bersikap wajar, tidak terlalu eksentrik;
9.dapat menjadi contoh yang baik dan benar;
10.bersikap adil dan sabar;
11.tidak sewenang-wenang;
12.mempunyai wibawa juga tanggung jawab;
13.tidak menyukai kekerasan dan memiliki kasih juga ketulusan;
14.memahami dalam hal apa ia harus bersikap konsisten atau fleksibel.
Nama: Jessica G
Kelas/ no. absen: XIIA4/ 25

Unknown mengatakan...

Guru Ideal

Menjadi guru ideal adalah hal yang sulit, karena guru ideal harus memenuhi banyak kriteria tertentu. Menurut saya, guru ideal adalah guru yang:
1.menguasai materi;
2.mampu membuat murid mengerti materi yang diajarkan secara tidak monoton;
3.dapat mengkoordinasi murid ketika melakukan tugas;
4.tidak membebani murid dengan tugas, latihan dan lain-lain yang terlalu berat;
5.tidak memberi tugas yang kurang berguna(tak efektif) atau boros(tak efisien);
6.mempunyai kriteria penilaian yang jelas;
7.memiliki pengendalian emosi yang baik;
8.bersikap wajar, tidak terlalu eksentrik;
9.dapat menjadi contoh yang baik dan benar;
10.bersikap adil dan sabar;
11.tidak sewenang-wenang;
12.mempunyai wibawa juga tanggung jawab;
13.tidak menyukai kekerasan dan memiliki kasih juga ketulusan;
14.memahami dalam hal apa ia harus bersikap konsisten atau fleksibel.
Nama: Jessica G
Kelas/ no. absen: XIIA4/ 25

Anonim mengatakan...

Guru ideal menurut saya adalah guru yang bisa memberikan motivasi kepada murid – muridnya untuk terus maju dan berkembang. Salah satu cara untuk memberikan motivasi itu adalah dengan menggunakan cara mengajar yang menyenagkan, kreatif, dan tidak monoton sehingga para murid tidak merasa bosan saat proses belajar mengajar dan bisa menangkap materi yang diajarkan dengan mudah. Menurut saya guru yang baik harus dapat menyampaikan materi yang diajarkan dengan jelas dan mudah dimengerti. Cara mengajar tidak boleh terlalu serius dan kaku, karena bisa membuat siswa tegang dan tidak menyukai guru itu dan pelajaran yang diajarkannya. Selain itu, guru tersebut juga sebaiknya tidak memberi tugas yang berlebihan dan memberatkan siswa. Tugas yang diberikan sebaiknya tidak menyimpang dari materi yang diajarkan. Frekuensi pemberian tugas jangan terlalu sering karena bila terlalu sering hanya akan membuat siswa lelah fisik dan mental, dan akhirnya mereka akan mengerjakan tugas denagn asal-asalan serta tidak maksimal. Guru tersebut juga harus ramah dan mau mendengarkan pendapat dan saran siswa, baik tentang pelajaran maupun tentang hal yang lainnya. Jika ada masalah sebaiknya dibicarakan dengan baik. Guru itu juga harus adil dalam memberi nilai pada siswanya dan tidak boleh terlalu pelit dalam memberikan nilai, baik nilai ulanagn maupun nilai tugas. Sekian pendapat saya tentang guru ideal.
Alvina XI IA 4 / 18

Anonim mengatakan...

Guru ideal menurutku..:
1. guru yang bisa mengerti murid-muridnya, memberi nilai yang sesuai dengan yang semestinya, dan tidak pelit nilai
2. guru yang bisa menghargai muridnya dan adil terhadap setiap pribadi muridnya
3. guru yang bijaksana dalam menyelesaikan masalah, baik masalah antara guru dengan guru ataupun guru dengan murid
4. guru yang tidak anarkis, tidak suka main pukul, dan tidak suka berbicara kasar pada siapapun

terakhir...

5. guru yang bisa membuat suasana belajar menjadi tidak membosankan, sehingga murid tidak kaku dalam mengikuti pelajaran guru tersebut.

~Jessica, XI IA 5 / 17~

Anonim mengatakan...

Ideal adalah kata yang sulit didefinisikan sama untuk tiap orang. Kadang ideal untuk yang satu, namun belum tentu untuk yang lainnya. Bahkan, ideal belum tentu yang terbaik. Dalam hal ini, guru ideal menurut saya tidaklah macam-macam.
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, seperti yang saya ketahui sejak SD. Pekerjaan ini menjadi sangat mulia dan terpandang. Guru menjadi bagian terpenting dalam hidup saya karena dari merekalah saya mengetahui suatu kebenaran yang belum pernah saya miliki. Namun hal itu tidak dapat memungkiri fakta bahwa saya sering membenci seorang guru karena tingkah lakunya tidak sesuai dengan yang saya harapkan.
Banyak orang mengatakan, termasuk saya, guru ideal adalah guru yang sabar. Sabar dalam arti tidak cepat marah ketika murid lambat menangkap pelajaran, mau meladeni semua pertanyaan yang dilontarkan murid, dan banyak lagi. Yang terpenting, seorang guru seharusnya menunjukkan panutan sesosok yang mampu berpikir dewasa, yang tidak mudah mengikuti perasaan pribadi. Sebagai contoh, seorang guru bahasa Indonesia ketika saya kelas X tidak bisa ditebak apakah hari itu beliau marah atau tidak. Terkadang pada suatu hari beliau bisa diajak bercanda dan asyik diajak bicara, namun di hari lain beliau marah-marah di kelas tanpa sebab. Hal ini menyebabkan para murid takut berurusan dengan beliau dan memilih menjaga jarak.
Kemudian, kriteria guru ideal yang lain adalah jelas dalam menerangkan suatu materi. Jelas di sini mengacu pada bagaimana cara beliau memudahkan murid untuk mengerti apa yang diajarkan. Pengetahuan murid pada akhirnya akan bergantung pada pengetahuan sang guru. Guru matematika saya ketika kelas X maupun XI mendapatkan perhatian saya untuk mengagumi mereka. Mereka sudah memiliki agenda tersendiri apa yang akan dilakukan dan yang ingin dicapai di setiap jam pelajaran. Mereka menata tiap materi dan latihan-latihan untuk mempermudah murid dan hal itu dilakukan tepat waktu sehingga tidak menyulitkan murid.
Kedekatan murid dengan guru juga termasuk poin tambahan menjadi guru ideal. Seorang guru yang mampu menjadi orang tua, teman, atau bahkan sahabat bagi murid akan mampu membuat suasana pembelajaran tidak kaku dan tegang. Hal ini tentu saja bukan dengan maksud menganak emaskan seorang murid yang mengakibatkan murid lain tidak dihiraukan. Sering saya menjumpai guru semacam ini, sehingga saya menjadi tidak bersemangat mengikuti pelajaran beliau.
Zaman ini, sekolah menjadi alat mencari nilai ulangan dan sertifikat kelulusan. Hal ini menyebabkan murid menjadi fokus dengan nilai, tidak dengan kualitas pelajaran tersebut. Imbas dari semua itu adalah murid menuntut guru untuk tidak pelit nilai. Memang prinsip ”benar ya benar, salah ya salah” yang dianut sebagian guru tidak mampu disalahkan. Namun, murid telah berusaha belajar. Sering saya marah karena yang dikeluarkan di ulangan tidak sesuai dengan yang diajarkan. Setelah itu, sang guru dengan mudahnya mencoret jawaban saya dan tidak mempertimbangkan satu poin pun. Kadang saya jengkel, namun saya berpikir lagi bahwa guru pasti mengerti apa yang mereka lakukan.
Semua hal di atas membuat saya memiliki cita-cita untuk menemukan seorang guru yang ideal di mata saya. Namun di atas semua itu, saya mengerti bahwa tidak ada guru yang suka anak didiknya gagal dalam hidup maupun masa depan. Saya menyadari bahwa semua guru telah mempertimbangkan segala sesuatu yang diputuskan secara matang dan hal itu tidak ada yang asal-asalan. Guru juga manusia, murid juga manusia. Setiap kita tidak akan pernah puas dengan apa yang telah dicapai. Dari sini, saya berharap kita semua, baik dari pihak murid maupun guru, benar-benar berusaha saling mengerti dan tidak menjatuhkan satu sama lain. Kita sama di mata Tuhan dan itulah prinsip terpenting yang harus kita usahakan bersama-sama.

CAROLINA HALIM
XI IA 5 / 31

Anastasia mengatakan...

Guru ideal menurut saya adalah guru yang sungguh-sungguh menjadikan sekolah sebagai tempat untuk mewujudkan proses hominisasi dan humanisasi. Humanisasi adalah proses membawa serta mengarahkan sikap dan perilaku peserta didik kepada pendewasaan diri sehingga memiliki mentalitas yang "manusiawi". Artinya punya kemampuan untuk menempatkan diri secara wajar, pengendalian diri, berbudaya dan beradab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan (Pontianak Post, 7 November 2009). Hominisasi berkenaan dengan upaya pengembangan manusia dengan segala potensinya sebagai mahluk hidup. Dalam konteks ini pendidikan dituntut mampu mengkondisikan dan memfasilitasi seseorang (peserta didik) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya serta bertanggung jawab terhadap kesejahteraan diri dan masyarakatnya (Pontianak Post, 7 November 2009). Seorang guru bisa dikatakan sebagai seorang guru yang sukses apabilabeliau mampu menjadikan murid-muridnya sebagai manusia yang utuh. Manusia yang sukses. Manusia yang berguna bagi manusia lainnya. Tapi, pada zaman sekarang ini, tidak sedikit para pahlawan tanpa tanda jasa itu sudah beralih profesi menjadi pencari uang buta. Mereka hanya mengajar demi mendapatkan uang belaka. Tanpa ada cita-cita untuk menjadikan murid-muridnya suatu pribadi yang utuh. Hanya sebagian kecil saja guru yang berpikiran untuk menentaskan muridnya. Sekarang, dimanakah sosok guru yang kita inginkan itu? Semua hanya tinggal hisapan jempol belaka. Apa yang kita harapkan sekarang hanyalah berusaha mencari sesosok guru yang mendekati kata "ideal". Tapi bukan berarti kalau guru itu ideal. Karena, segalanya bisa berubah seiring berjalannya waktu. Tak mungkin kita menemukan guru ideal. Karena tidak ada manusia yang sempurna. Lagipula, guru ideal sama artinya dengan guru impian. Karena guru juga manusia yang berarti tidak mungkin bisa sempurna di mata kita.

Anastasia mengatakan...

Guru ideal menurut saya adalah guru yang sungguh-sungguh menjadikan sekolah sebagai tempat untuk mewujudkan proses hominisasi dan humanisasi. Humanisasi adalah proses membawa serta mengarahkan sikap dan perilaku peserta didik kepada pendewasaan diri sehingga memiliki mentalitas yang "manusiawi". Artinya punya kemampuan untuk menempatkan diri secara wajar, pengendalian diri, berbudaya dan beradab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan (Pontianak Post, 7 November 2009). Hominisasi berkenaan dengan upaya pengembangan manusia dengan segala potensinya sebagai mahluk hidup. Dalam konteks ini pendidikan dituntut mampu mengkondisikan dan memfasilitasi seseorang (peserta didik) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya serta bertanggung jawab terhadap kesejahteraan diri dan masyarakatnya (Pontianak Post, 7 November 2009). Seorang guru bisa dikatakan sebagai seorang guru yang sukses apabilabeliau mampu menjadikan murid-muridnya sebagai manusia yang utuh. Manusia yang sukses. Manusia yang berguna bagi manusia lainnya. Tapi, pada zaman sekarang ini, tidak sedikit para pahlawan tanpa tanda jasa itu sudah beralih profesi menjadi pencari uang buta. Mereka hanya mengajar demi mendapatkan uang belaka. Tanpa ada cita-cita untuk menjadikan murid-muridnya suatu pribadi yang utuh. Hanya sebagian kecil saja guru yang berpikiran untuk menentaskan muridnya. Sekarang, dimanakah sosok guru yang kita inginkan itu? Semua hanya tinggal hisapan jempol belaka. Apa yang kita harapkan sekarang hanyalah berusaha mencari sesosok guru yang mendekati kata "ideal". Tapi bukan berarti kalau guru itu ideal. Karena, segalanya bisa berubah seiring berjalannya waktu. Tak mungkin kita menemukan guru ideal. Karena tidak ada manusia yang sempurna. Lagipula, guru ideal sama artinya dengan guru impian. Karena guru juga manusia yang berarti tidak mungkin bisa sempurna di mata kita.

By: Anastasia Kartika Djatioetomo
XI-IA4 / 32

Anonim mengatakan...

Sapta Setiawan / XI-IA5 / 24

Menurut saya, guru yang ideal itu merupakan guru yang bisa mengendalikan suasana di dalam kelas, sangat menghargai hasil jerih payah muridnya dalam belajar, tidak terlalu serius, berselera humor tinggi, sabar, dan murah nilai.
Guru tersebut juga harus bisa membagi waktu secara seimbang antara waktu serius belajar dan waktu bebas sebagai selingan, sehingga para muridnya tidak stress saat menerima pelajaran yang diberikannya.

kenny purnomo mengatakan...

Ini Baru Namanya Guru

Alaram tanda pagi sudah datang telah berbunyi memekakkan telingaku. Waktu menunjukkan tepat pukul 05.00.
Meja makan menjadi sasaran utama dalam kepalaku. Sambil makan, kepalaku teringat akan sederet bahan ulangan yang begitu memuakkan. Sesempat mungkin aku membuka buku biologi yang tertegeletak di samping ranjang berselimut. Kegelisahan hatiku agak berkurang setelah membaca ulang buku yang hendak diujikan.
Kesejukan udara pagi menambah semangatku untuk menginjakkan kaki ku di sinlui tercinta. Kelasku menjadi tempat menegangkan sejak sebelum aku datang karena semua anak berkonsentrasi pada tumpukan kertas bergambar anatomi.
Yansen : “Ulangan bio e yopo ni? Aku ga siap belas.”
PS : “Aku ya lagi belajar ni lho. Biasa lah Pak Joko tuh kalo kasi soal gak tau aturan.”
Aku : “ Halah, yang penting uda belajar lah. Aku lho tadi pagi ngulang belajar setengah jam. Semoga isa lah”
Bernard : “ Ssssstttt!” bapak e udah dateng tuh. Bentar lagi doa terus ulangan.”
Kertas putih berisi tulisan computer ditambah suasana tegang membuatku kehilangan ke PDanku yang tadi sempat muncul. Soal pilgan sudah kubaca dan sudah tersilang dengan keyakinan tinggi. Soal esai yang aku merasa tak ada dibuku pun telah aku jawab walaupun sedikit menerka.
Tiba-tiba, Pak Vincent yang datang setelah beberapa detik sehabis tes biologi meminta kami semua untuk membuka LKS bahasa Indonesia. Kepalaku bertanya-tanya. Ini buat ulangan atau hanya latian? Ternyata bukan keduanya. Beliau ingin mengambil nilai tugas. Entahlah, aku bisa mengerjakan atau tidak. Yang jelas aku masih kepikiran ulanganku tadi.
Nilai pun segera keluar setelah bolpoin menari di atas kertas bersoal. Aku tidak berpikir bahawa 70 adalah nilai bagus.
Aku : “ Walah, merah rek tugasku.”
Jembul : “Santai lah. Pasti ada tugas tambahan buat nutupinya.”
Satu mingu telah berlalu sejak kedua pengambilan nilai itu dilaksanakan. Aku yang duduk di kelas IA5 mendengar keramaian di IA6 sampai IA8.
Victor : “opo iki? Mosok aku njawab satu paragraph dapetnya Cuma nol. Setidaknya dapat poin lima lah. Dikira gampang ta ngafalno fungsi-fungsi jaringan?”
Benjo : “ iyo. Nilai e A*U banget. Kayak gini ini harus diprotes koq emange. Dari dulu sampe sekarang tetep aja pelit nilai. Pendukung kita akeh koq. ”
Aku sebenarnya ingin protes juga. Nilaiku berkepala 4.
Di lain pihak, Pak Vincent sempat depresi melihat nilai tugas anak-anak kelasku yang hancur. Akhirnya beliau metutuskan untuk meberikan tugas tambahan agar nilai anak yang kurang bisa lulus. Kami hanya disuruh mengarang narasi bertema guru ideal.
Aku : “Selamet. YES! BI ku bisa lolos nih.”
Jembul :” Coba Pak Joko kayak gini. Ga mungkin ada yang protes pasti.”
Aku : “ Guru baru malah lebih merhatiin murid. Yang lama malah gak. Udah tau nilai jelek semua tapi tetep gak dikasi tugas tambahan. Parah lah Pak Joko tuh.”
Jembul : “ Kita satu kelas sueneng emang sama Pak Vincent ini. Hahaha
Pelajaran isa nonton Orphan bareng lho. Hahaha.”

Anonim mengatakan...

Guru yang dapat memahami muridnya adalah sosok guru ideal bagiku. Mungkin terasa sulit satu guru harus memahami banyak murid dengan berbagai karakter yang berbeda. Setidaknya guru berusaha untuk memposisikan diri sebagai sahabat di depan para muridnya. Alangkah baiknya seorang guru mengangap muridnya sebagai partner untuk menggali ilmu bersama – sama dalam suatu proses belajar mengajar. Murid mendapatkan ilmu dari guru sedangkan guru pun harus mau mendengarkan pendapat para muridnya dan berproses di dalamnya.

Dari : Yovita Amalia W.
XI IA-4 / 17

Anonim mengatakan...

Guru yang ideal menurutku adalah a.Seorang guru yang dapat memahami apa yang diharapkan oleh para murid terutama dalam proses belajar mengajar.
b.Seorang guru yang mampu bekerja sama dan perhatian terhadap murid yang diajarnya karena proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan baik jika tidak ada kerjasama yang baik antara siswa dan guru.
c.Seorang guru yang menghargai para muridnya.
Oleh: ferdian s. XI-A5

Enrico Kevin mengatakan...

Guru yang ideal menurut saya adalah guru yang bisa beragaul dengan murid sebaik mungkin, bisa memberikan hal-hal positif kepada murid, tidak memberikan contoh yang jelek, dan mampu mendidik murid dengan dengan mengenyampingkan masalah pribadi, maupun masalah dengan murid.

by : enrico XI-IA4/30

Enrico Kevin mengatakan...

Guru yang ideal menurut saya adalah guru yang bisa beragaul dengan murid sebaik mungkin, bisa memberikan hal-hal positif kepada murid, tidak memberikan contoh yang jelek, dan mampu mendidik murid dengan dengan mengenyampingkan masalah pribadi, maupun masalah dengan murid.

by : enrico XI-IA4/30

Enrico Kevin mengatakan...

Guru yang ideal menurut saya adalah guru yang bisa beragaul dengan murid sebaik mungkin, bisa memberikan hal-hal positif kepada murid, tidak memberikan contoh yang jelek, dan mampu mendidik murid dengan dengan mengenyampingkan masalah pribadi, maupun masalah dengan murid.

by : enrico XI-IA4/30

Unknown mengatakan...

Guru ideal
Guru ideal menurut saya adalah sosok manusia terdidik yang bisa mendidik.
Guru pasti pernah menjadi siswa, jadi guru yang ideal adalah guru yang memahami keinginan siswa.
Siswa tidak pernah menjadi guru, jadi guru yang ideal adalah guru yang tidak penah memaksakan keinginannya.
Tapi, guru yang ideal tetap harus menunjukkan ciri khasnya sebagai guru, yaitu berwibawa, tidak dengan bersifat keras dan tegas tapi dengan kelebihannya, yaitu ilmu.

Unknown mengatakan...

GURU IDEAL DI MATAKU

Kata “ideal” berbeda-beda di mata orang. Di mataku, guru yang ideal adalah guru yang dapat mengajar muridnya dengan baik. Kadang kala, beberapa guru, pintar hanya untuk dirinya sendiri, tetapi tidak dapat membagikan ilmunya kepada murid-muridnya. Guru yang ideal, seharusnya dapat mengajarkan materi sampai muridnya memahami apa yang diajarkan tersebut. Selain itu, guru yang ideal menurutku juga dinilai dari sikapnya dalam mengajar. Seharusnya guru harus bersikap baik pada muridnya, kadang ada juga guru yang mengajar sesuai moodnya. Sehingga, jika beliau moodnya sedang jelek, ia suka marah-marah sendiri dan menjadi sangat menyebalkan di kelas.
Banyak arti ideal yang dapat dijabarkan. Tetapi, dari sudut pandang saya, semakin banyak murid yang menyukai guru tersebut, maka guru tersebut dapat dikatakan ideal. Karena, itu berarti murid menganggap guru tersebut enak dalam mengajar. Biasanya para murid senang dengan guru yang baik, lucu, sabar dan jelas saat menerangkan, sehingga mereka juga tidak bosan saat guru tersebut mengajar.
Biasanya, guru yang berusia muda lebih banyak disukai para murid, karena guru tersebut dapat lebih mudah membaur dengan para murid dan enak untuk diajak berkomunikasi. Guru yang gaul, biasanya sering diajak bercanda dengan para murid juga, sehingga terjadi relasi yang baik antar guru dan murid. Tetapi, tidak semua guru muda seperti itu, beberapa ada yang bersifat egois dan kurang dewasa dalam mengambil keputusan atau menyelesaikan masalah, mungkin ini disebabkan karena kurangnya pengalaman mereka dalam mengajar.
Bagiku, guru yang ideal tidak membuat para murid bosan saat pelajarannya dan menyenangkan para murid. Karena, dengan begitu para murid semangat dalam mengikuti pelajaran di sekolah dan mengerti materi yang diajarkan.


Cindy Eleonora Gani
XI IA 5 - 19

Anonim mengatakan...

GURU IDEALKU

Guru adalah faktor kunci bagi perwujudan sekolah dengan cara membantu meningkatkan minat anak dalam pembelajaran , partisipasi, dan pengungkapan pendapat. Maka dari itu seorang guru harus memiliki suatu keahlian khusus dalam suatu pembelajaran. Guru ideal menurutku adalah guru yang dapat menghormati harga diri seorang siswa. Contohnya jika seorang siswa kurang mampu dalam sesuatu hal, seorang guru tidak menghina siswa tersebut. Sebaliknya guru harus dengan sabar menghadapi hal tersebut.
Kedua adalah guru harus sensitif terhadap kondisi emosi. Guru adalah panutan tiap siswa. Jika guru dapat mengendalikan emosinya, siswa akan mengikuti hal tersebut. Maka dari itu seorang guru harus dapat mengendalikan emosinya dihadapan maupun di belakang siswa. Guru harus bisa menjadi contoh yang baik bagi tiap siswa. Ketiga adalah guru harus memberi kebebasan mengekspresikan diri. Guru harus mau mendengarkan pendapat siswanya. Jika siswanya memberikan pendapat, guru tersebut dapat menerima pendapat siswanya tersebut.
Dan yang terakhir adalah guru harus dapat bersikap adil. Guru tidak membeda-bedakan suku, bangsa, ras,kaya, miskin, dan lain-lain. Guru tidak pilih kasih, tulus dalam memberi nilai, penyayang dan selalu meberikan perhatian penuha pada siswanya. Jika siswanya salah, guru tersebut memberikan hukuman yang layak dan memberitahukan kesalahan tersebut jangan sampai terulang kembali.
Aku berharap memiliki guru ideal seperti yang kusebutkan di atas. Karena menurutku jika aku memiliki guru ideal tersebut, suasana belajar yang nyaman akan tercipta. Sehingga memudahkanku dalam menerima pengajaran guru tersebut.

Amelia Chandra H
XI-IA4/02

Unknown mengatakan...

Sosok Guru yang Ideal Bagiku

Kata “guru” sudah sering kita dengar dan ketahui maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang kita ketahui, guru adalah orang yang memberi ilmu yang dimilikinya dengan ikhlas tanpa mengharapkan suatu balasan. Beliau telah berkorban besar untuk anak-anak didiknya baik dalam segi waktu, tenaga dan terkadang juga dalam segi finansialnya. Pengorbanan seorang guru yang seperti itulah yang tidak dapat kita balas dengan apapun meski dengan uang sekalipun. Oleh karena itu, terdapat pepatah yang mengatakan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.
Setiap guru memiliki karakter yang berbeda-beda dalam mengekpresikan diri sewaktu mengajar. Ada yang yang baik, sabar, cepat marah, tegas, lembut, disiplin, humoris, dan lainnya. Meski karakter dan ekspresi yang ditimbulkan berbeda-beda, sebenarnya beliau memiliki tujuan yang sama, yakni beliau ingin agar anak didiknya mendapatkan pendidikan yang terbaik sebagai bekal untuk masa depannya. Namun, terkadang murid-muridnya tidak dapat melihat tujuan mulia beliau. Mereka hanya menilai secara subjektif dari sudut pandang mereka tanpa menilai secara objektif dari sudut pandang guru.
Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda dalam melihat sosok guru yang ideal. Menurut saya, seorang guru ideal yaitu seorang guru yang dapat berperilaku secara fleksibel. Beliau yang dapat mengendalikan situasi dan kondisi kelas. Maksudnya, beliau dapat mengerti situasi dimana harus bersikap serius dan dimana dapat bergurau dengan para muridnya sehingga situasi di kelas tidak membosankan untuk kedua pihak. Hal itu tergantung bagaimana cara guru untuk memulai percakapan yang baik dengan para muridnya. Selain itu, guru yang ideal menurut saya, yaitu beliau dapat berpikir pula secara objektif, mempertimbangkan semua hal dari sudut pandang beliau dan sudut pandang murid sehingga sesama guru dan murid dapat saling mengerti dan dapat bekerja sama dengan baik. Cara yang dapat ditempuh agar terlaksana kerja sama yang baik, yaitu sesekali guru dapat memberikan permainan yang sekiranya membutuhkan interaksi satu sama lain, guru dengan murid, dan murid dengan murid.

Sonia Margaritha Kamadjaja
XI IA 4 - 29

Anonim mengatakan...

GURU IDEALKU

Guru adalah faktor kunci bagi perwujudan sekolah dengan cara membantu meningkatkan minat anak dalam pembelajaran , partisipasi, dan pengungkapan pendapat. Maka dari itu seorang guru harus memiliki suatu keahlian khusus dalam suatu pembelajaran. Guru ideal menurutku adalah guru yang dapat menghormati harga diri seorang siswa. Contohnya jika seorang siswa kurang mampu dalam sesuatu hal, seorang guru tidak menghina siswa tersebut. Sebaliknya guru harus dengan sabar menghadapi hal tersebut.
Kedua adalah guru harus sensitif terhadap kondisi emosi. Guru adalah panutan tiap siswa. Jika guru dapat mengendalikan emosinya, siswa akan mengikuti hal tersebut. Maka dari itu seorang guru harus dapat mengendalikan emosinya dihadapan maupun di belakang siswa. Guru harus bisa menjadi contoh yang baik bagi tiap siswa. Ketiga adalah guru harus memberi kebebasan mengekspresikan diri. Guru harus mau mendengarkan pendapat siswanya. Jika siswanya memberikan pendapat, guru tersebut dapat menerima pendapat siswanya tersebut.
Dan yang terakhir adalah guru harus dapat bersikap adil. Guru tidak membeda-bedakan suku, bangsa, ras,kaya, miskin, dan lain-lain. Guru tidak pilih kasih, tulus dalam memberi nilai, penyayang dan selalu meberikan perhatian penuha pada siswanya. Jika siswanya salah, guru tersebut memberikan hukuman yang layak dan memberitahukan kesalahan tersebut jangan sampai terulang kembali.
Aku berharap memiliki guru ideal seperti yang kusebutkan di atas. Karena menurutku jika aku memiliki guru ideal tersebut, suasana belajar yang nyaman akan tercipta. Sehingga memudahkanku dalam menerima pengajaran guru tersebut.

Amelia Chandra H
XI-IA4/02

Unknown mengatakan...

Sosok Guru yang Ideal Bagiku

Kata “guru” sudah sering kita dengar dan ketahui maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang kita ketahui, guru adalah orang yang memberi ilmu yang dimilikinya dengan ikhlas tanpa mengharapkan suatu balasan. Beliau telah berkorban besar untuk anak-anak didiknya baik dalam segi waktu, tenaga dan terkadang juga dalam segi finansialnya. Pengorbanan seorang guru yang seperti itulah yang tidak dapat kita balas dengan apapun meski dengan uang sekalipun. Oleh karena itu, terdapat pepatah yang mengatakan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.
Setiap guru memiliki karakter yang berbeda-beda dalam mengekpresikan diri sewaktu mengajar. Ada yang yang baik, sabar, cepat marah, tegas, lembut, disiplin, humoris, dan lainnya. Meski karakter dan ekspresi yang ditimbulkan berbeda-beda, sebenarnya beliau memiliki tujuan yang sama, yakni beliau ingin agar anak didiknya mendapatkan pendidikan yang terbaik sebagai bekal untuk masa depannya. Namun, terkadang murid-muridnya tidak dapat melihat tujuan mulia beliau. Mereka hanya menilai secara subjektif dari sudut pandang mereka tanpa menilai secara objektif dari sudut pandang guru.
Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda dalam melihat sosok guru yang ideal. Menurut saya, seorang guru ideal yaitu seorang guru yang dapat berperilaku secara fleksibel. Beliau yang dapat mengendalikan situasi dan kondisi kelas. Maksudnya, beliau dapat mengerti situasi dimana harus bersikap serius dan dimana dapat bergurau dengan para muridnya sehingga situasi di kelas tidak membosankan untuk kedua pihak. Hal itu tergantung bagaimana cara guru untuk memulai percakapan yang baik dengan para muridnya. Selain itu, guru yang ideal menurut saya, yaitu beliau dapat berpikir pula secara objektif, mempertimbangkan semua hal dari sudut pandang beliau dan sudut pandang murid sehingga sesama guru dan murid dapat saling mengerti dan dapat bekerja sama dengan baik. Cara yang dapat ditempuh agar terlaksana kerja sama yang baik, yaitu sesekali guru dapat memberikan permainan yang sekiranya membutuhkan interaksi satu sama lain, guru dengan murid, dan murid dengan murid.

Sonia Margaritha Kamadjaja
XI IA 4 - 29

Unknown mengatakan...

GURU IDEALKU

Guru adalah faktor kunci bagi perwujudan sekolah dengan cara membantu meningkatkan minat anak dalam pembelajaran , partisipasi, dan pengungkapan pendapat. Maka dari itu seorang guru harus memiliki suatu keahlian khusus dalam suatu pembelajaran. Guru ideal menurutku adalah guru yang dapat menghormati harga diri seorang siswa. Contohnya jika seorang siswa kurang mampu dalam sesuatu hal, seorang guru tidak menghina siswa tersebut. Sebaliknya guru harus dengan sabar menghadapi hal tersebut.
Kedua adalah guru harus sensitif terhadap kondisi emosi. Guru adalah panutan tiap siswa. Jika guru dapat mengendalikan emosinya, siswa akan mengikuti hal tersebut. Maka dari itu seorang guru harus dapat mengendalikan emosinya dihadapan maupun di belakang siswa. Guru harus bisa menjadi contoh yang baik bagi tiap siswa. Ketiga adalah guru harus memberi kebebasan mengekspresikan diri. Guru harus mau mendengarkan pendapat siswanya. Jika siswanya memberikan pendapat, guru tersebut dapat menerima pendapat siswanya tersebut.
Dan yang terakhir adalah guru harus dapat bersikap adil. Guru tidak membeda-bedakan suku, bangsa, ras,kaya, miskin, dan lain-lain. Guru tidak pilih kasih, tulus dalam memberi nilai, penyayang dan selalu meberikan perhatian penuha pada siswanya. Jika siswanya salah, guru tersebut memberikan hukuman yang layak dan memberitahukan kesalahan tersebut jangan sampai terulang kembali.
Aku berharap memiliki guru ideal seperti yang kusebutkan di atas. Karena menurutku jika aku memiliki guru ideal tersebut, suasana belajar yang nyaman akan tercipta. Sehingga memudahkanku dalam menerima pengajaran guru tersebut.

Amelia Chandra H
XI-IA4/02

Unknown mengatakan...

Guru Ideal
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Ungkapan ini sudah tak asing lagi di telinga kita. Menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan dan hambatan yang harus dilalui untuk menjadi seorang guru. Dewasa ini, banyak orang yang menjadi guru. Namun, tidak semua guru tersebut merupakan guru yang ideal. Apa sih sebenarnya guru yang ideal itu? Bagaimana seorang guru bisa dikatakan ideal?
Guru harus digugu lan ditiru yang artinya harus dipercaya dan diteladani. Guru ideal tidak hanya mengajar siswa dalam ilmu pengetahuan dan keahlian saja, namun yang jauh lebih penting adalah mengajar siswa untuk menjadi orang yang berakhlak, bermoral, dan dapat bersosialisasi dengan baik Seseorang yang berilmu pengetahuan tinggi, jika tidak memiliki moral yang baik dan tidak dapat bersosialisasi, ilmunya akan percuma. Seorang guru yang ideal harus bisa membawa murid-muridnya menuju ke perubahan yang lebih baik. Guru yang ideal harus bisa memberikan contoh yang baik kepada murid-muridnya.
Menurutku, seorang guru harus bersikap adil kepada murid-muridnya. Guru tersebut tidak boleh membeda-bedakan muridnya. Guru yang ideal harus memiliki semangat tinggi. Ia harus memiliki inisiatif, gigih, dan tidak mudah berputus asa.
Berikut ini adalah beberapa poin yang dapat membantu para guru untuk menjadi seorang guru yang ideal :
1. Guru harus cerdas secara emosional dan spiritual.
2. Niatkanlah diri untuk benar-benar mengabdikan diri menjadi guru yang tulus. Jadikanlah kritik ssebagai dorongan untuk mengajar siswa dengan lebih baik.
3. Berupaya keras dan pantang menyerah untuk maju dari ketertinggalan pendidikan agar mampu bersaing dengan bangsa lain.
4. Berusaha salling menghormati dengan siswa dan menjauhkan mereka dari berbagai keluhan.
5. Bersikaplah ramah dan berpikir kritis untuk menyelesaikan masalah siswa.
6. Rancanglah metode pengajaran semenarik mungkin. Kuasailah materi pelajaran secara penuh, kemudian sampaikan materi tersebut dengan cara yang menyenangkan.
7. Saat mengajar di kelas,, ciptakanlah suasana yang kondusif. Sesuaikan kondisi, kapan saat guru harus serius dan kapan saatnya bercanda.
8. Harus mampu rela berkorban dan memiliki kedisiplinan diri.
9. Seorang guru harus bersikap baik dan segala tindakan serta tutur katanya harus dapat diteladani siswa.
10. Guru harus memilliki sikap tegas, jujur, adil, bijaksana.
Poin-poin di atas juga hrus didukung oleh peran siswa sendiri. Siswa harus memiliki kesadaran penuh dan tanggung jawab yang tinggi. Guru dan siswa harus dapat bekerja sama dengan baik untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
Marilah bersama-sama kita majukan pendidikan di negara kita tercinta ini. Mari, kita berusaha dan belajar untuk menjadi guru ataupun siswa yang ideal!


vennia riskia tristianti
xi ia empatt / 5

Anonim mengatakan...

Profil Guru Ideal

Menurut saya, guru yang ideal adalah guru yang sabar, tidak terlalu serius, tidak cepat marah, dan dapat memotivasi siswanya untuk belajar. Maksdunya, seorang guru harus mampu membuat mata pelajaran yang ia ajar menjadi menyenangkan, sehingga siswa dapat menikmati dalam mengikuti pelajaran dan termotivasi untuk belajar dengan giat. Selain itu, seorang guru seharusnya dapat memberikan teladan atau contoh yang baik bagi para siswa, sehingga layak untuk ditiru dan dijadikan panutan.

Seorang guru seharusnya objektif dalam hal apapun. Artinya, bersikap tidak pilih kasih, yaitu tidak membedakan antara murid yang satu dengan yang lain dalam memberikan penilaian. Selain itu, guru ideal harus mampu menerangkan dengan jelas, mudah diterima dan dimengerti oleh para muridnya, karena kebanyakan guru biasanya tidak dapat mengajar dengan jelas, hanya memberikan soal dan jawaban sekaligus, tanpa membahasnya terlebih dahulu, sehingga membingungkan para murid.

Guru yang ideal juga harus kreatif dan humoris. Artinya, dapat memberikan materi dengan berbagai metode, tidak hanya ceramah, tetapi harus diselingi dengan joke. Hal itu dapat mengurangi kejenuhan siswa pada saat pelajaran sehingga tidak menyebabkan rasa bosan dan mengantuk.

Di samping itu, guru yang baik juga tidak melulu memberikan tugas yang berat dan berlebihan bagi para muridnya. Dalam hal ini, tugas yang diberikan kepada para murid harus berhubungan dengan materi yang saat itu sedang diajarkan atau dibahas. Banyak tugas yang terlalu berat dan berlebihan, apalagi yang menyimpang dari materi, dapat membebani pikiran para murid.

Nama : CORNELIA MELINDA
Kelas: XI IA 4 / 23

harris_xiia4_20 mengatakan...

Guru ideal menurut saya:

1.Menghormati siswa dan tidak membuat mereka runtuh mentalnya dengan perkataan yang negatif dan memojokkan.

2. Melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan.

3. Mendengarkan mereka saat mereka berbicara pada anda. Tidak berteriak marah jika mereka berbuat sesuatu yang mungkin menurut anda adalah sebuah kesalahan.

4. Adil, mudah diajak berkomunikasi, selalu ada saat mereka membutuhkan, selalu mendukung.

5. Saat mengajar tidak tegang, dan melakukan pembelajaran yang menyenangkan dengan berbagai macam cara dan metode.

6. Jelas, saat menerangkan sesuatu dikelas kepada mereka, artinya memang tidak mudah berbicara dalam bahasa mereka. Namun ketahuilah lebih berat untuk mereka untuk memahami anda dibandingkan sebaliknya.

7. Jangan menyerah terhadap mereka

8. Mencintai muridnya

9. Ahli dalam bidang yang diajarnya

10. Tinggi IQ , EQ , SQ nya

Anonim mengatakan...

Guru yang ideal...

Profesi sebagai guru bukan merupakan suatu hal yang mudah. Anda mungkin mengira bahwa hal tersebut karena mereka harus belajar untuk menguasai materi yang akan disampaikan kepada para murid. Jadi, jika ada murid yang melontarkan pertanyaan, mereka dapat menjawab dengan sigap dan benar. Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurut pendapat saya, kesulitan terbesar menjadi seorang guru terletak pada hubungannya dengan para murid, bukan mengenai materi yang harus dia kuasai.
Guru yang ideal adalah guru yang mempunyai hubungan yang baik dengan para muridnya, baik di dalam maupun luar kelas. Guru tersebut dapat bergaul dan berteman serta berinteraksi dengan para muridnya. Bercanda, bermain bersama, berbincang-bincang seputar keadaan kelas dan sekolah, Sharing, dan masih banyak aktivitas lain yang dapat membangun hubungan yang baik antara murid dan guru.
Guru tersebut juga mampu membuat suasana belajar di kelas menjadi nyaman dan tidak membosankan bagi para siswanya. Seharusnya, mereka dapat mengajar dengan berbagai variasi yang mengundang perhatian para murid. Contohnya seperti mempertontonkan video perang dunia ke-2 saat topik materi yang dibahas adalah perang dunia. Contoh lain adalah mengadakan permainan yang berhubungan dengan materi yang yang akan diajarkan.
Seorang guru yang ideal seharusnya mau mendengarkan dan juga menanggapi pendapat para muridnya. Jika ada murid yang merasa bahwa apa yang diajarkan guru tersebut salah, guru tersebut harus mendengarkan alasan muridnya dahulu. Jika ternyata murid tersebut salah konsep, guru dapat memberi penjelasan. Namun, jika sebaliknya, guru harus mau mengakui kesalahannya.
Guru yang ideal adalah guru yang tidak membeda-bedakan muridnya dan tidak memberikan special treatment ke murid-murid tertentu. Senakal apapun murid tersebut, seorang guru tidak akan pernah membenci muridnya apalagi memberikan nilai jelek sebagai bentuk balas dendamnya.

Filianie XI IA4-34

Unknown mengatakan...

GURU IDEAL

Guru ideal adalah sosok guru yang mampu menjadi panutan dan selalu memberikan keteladanan. Ilmu yang diberikan tak akan pernah habis. Ilmu yang melimpah merupakan senjata guru untuk melawan kehausan siswa akan ilmu pengetahuan.

Guru ideal adalah guru yang menguasai ilmunya dengan baik. Mampu menjelaskan dengan baik apa yang diajarkannya. Disukai oleh siswa karena cara mengajarnya yang enak didengar dan mudah dipahami.

Namun, guru ideal pun harus bisa menerima kritikan dari siswa. Dari kritik itulah dia dapat belajar dari para siswa. Belajar untuk mengetahui keinginan siswa. Dari mereka guru dapat mengetahui kekurangan cara mengajarnya.

Guru ideal juga sawajarnya mendidik dengan hatinya. Kehadirannya dirindukan oleh siswa. Wajahnya harus selalu ceria dan senang agar siswa tidak merasa tertekan.


by Christian Sumito / 9

Jonathan mengatakan...

Guru Ideal
Menurutku guru yang ideal adalah guru yang bersikap adil kepada semua siswa yang diajarnya, pada saat mengajar sang guru tidak bloeh pilih kasih dalam memberikan penilaian kepada siswanya meskipun siswa yang kurang baik, guru tidak boleh melihat siswa melalui subyektifnya melainkan melalui hasil usaha siswa itu,sang guru juga harus memiliki pemikiran yang bijaksana dalam menyelesaikan masalah dengan siswa, pada saat terdapat masalah antara guru dan siswa, guru harus bisa mengendalikan emosi dalam menghadapi kelakuan-kelakuan siswa, seperti yang kita ketahui sekarang siswa zaman sekarang lebih sulit dikendalikan daripada dulu,karena itu guru harus pandai mengendalikan suasana kelas muridnya.

Guru harus bisa memberikan teladan yang baik kepada muridnya dengan bertutur kata dan bertindak dengan sikap yang baik sehinga dapat menjadi contoh yang baik, setiap guru pasti minta dihargai oleh muridnya karena itu guru juga harus bisa menghargai siswa, karena itu memberi kebebasan pada siswa untuk berpendapat juga tidak salah sehingga pendapat yang didapat dari murid meskipun kritikan juga harus diterima, mungkin semua pendapat yang diterima jika diintrospeksikan dengan baik dapat membuat guru menjadi guru yang lebih baik.

Pada saat proses belajar mengajar guru harus sudah menguasai materi pelajaran dengan baik,tidak hanya menguasai materi saja tetapi guru harus bisa dapat menyampaikan materi yang dikuasai dengan baik sehingga murid lebih mudah untuk mencerna apa yang diajarkan oleh guru.
Jonathan Lie/XI IA 4/4

Anonim mengatakan...

Guru adalah pendidik dan pengajar yang selalu memberi kita banyak pengetahuan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Setiap siswa pasti memiliki guru yang difavoritkan. Setiap siswa juga pasti memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai guru ideal mereka. Setiap murid pun memberikan penilaian-penilaian terhadap ssetiap guru yang mengajar mereka.
Ada banyak tipe guru yang disukai oleh beberapa murid seperti guru yang sabar, baik, perhatian, lucu, suka melucu, gaul, asyik diajak bicara, mempunyai ilmu yang banyak, dapat mengajar dengan baik, jarang memberi pekerjaan rumah ataupun tugas, dll. Kriteria guru ideal setiap siswa pasti berbeda-beda, tapi rata-rata mereka semua menyukai guru yang baik dan sabar.
Menurut saya, guru yang ideal itu guru yang mampu mengajar para muridnya dengan baik dan menguasai materi. Kedua hal itu merupakan hal yang paling penting, karena menurut saya dua aspek tersebut merupakan dasar awal yang harus dimiliki guru. Selain kedua kriteria tersebut, guru yang ideal juga harus mau dan mampu membaur dengan semua muridnya. Hal ini bertujuan agar dalam proses belajar mengajar lebih asyik karena guru dan muridnya akrab. Bagi saya, guru harus bisa berlaku adil kepada setiap murid tanpa membeda-bedakan muridnya.
Seorang guru juga saya anggap sebagai guru yang ideal apabila guru tersebut perhatian terhadap para muridnya. Seorang guru yang baik juga mengerti situasi, kondisi dan perasaan para muridnya. Seorang guru yang mengerti kondisi seorang murid tidak akan membebani para muridnya dengan tugas yang banyak bila guru tersebut mengetahui bahwa muridnya sedang dalam minggu-minggu ulangan. Selain itu, seorang guru yang baik juga dapat membawa suasana kelas dengan baik agar para siswa tidak bosan. Jadi, seorang guru harus memiliki variasi-variasi dalam mengajar. Variasi-variasi tersebut dapat berupa lelucon, cerita-cerita seram, gosip ataupun mengaitkan pelajaran dengan pengalaman pribadi guru tersebut. Seorang guru juga harus mengajari muridnya hal-hal yang baik, bukan malah menjerumuskan siswanya ke jalan yang tidak baik.
Demikianlah pendapat saya mengenai guru ideal menurut pendapat saya.

Unknown mengatakan...

Guru adalah pendidik dan pengajar yang selalu memberi kita banyak pengetahuan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Setiap siswa pasti memiliki guru yang difavoritkan. Setiap siswa juga pasti memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai guru ideal mereka. Setiap murid pun memberikan penilaian-penilaian terhadap ssetiap guru yang mengajar mereka.
Ada banyak tipe guru yang disukai oleh beberapa murid seperti guru yang sabar, baik, perhatian, lucu, suka melucu, gaul, asyik diajak bicara, mempunyai ilmu yang banyak, dapat mengajar dengan baik, jarang memberi pekerjaan rumah ataupun tugas, dll. Kriteria guru ideal setiap siswa pasti berbeda-beda, tapi rata-rata mereka semua menyukai guru yang baik dan sabar.
Menurut saya, guru yang ideal itu guru yang mampu mengajar para muridnya dengan baik dan menguasai materi. Kedua hal itu merupakan hal yang paling penting, karena menurut saya dua aspek tersebut merupakan dasar awal yang harus dimiliki guru. Selain kedua kriteria tersebut, guru yang ideal juga harus mau dan mampu membaur dengan semua muridnya. Hal ini bertujuan agar dalam proses belajar mengajar lebih asyik karena guru dan muridnya akrab. Bagi saya, guru harus bisa berlaku adil kepada setiap murid tanpa membeda-bedakan muridnya.
Seorang guru juga saya anggap sebagai guru yang ideal apabila guru tersebut perhatian terhadap para muridnya. Seorang guru yang baik juga mengerti situasi, kondisi dan perasaan para muridnya. Seorang guru yang mengerti kondisi seorang murid tidak akan membebani para muridnya dengan tugas yang banyak bila guru tersebut mengetahui bahwa muridnya sedang dalam minggu-minggu ulangan. Selain itu, seorang guru yang baik juga dapat membawa suasana kelas dengan baik agar para siswa tidak bosan. Jadi, seorang guru harus memiliki variasi-variasi dalam mengajar. Variasi-variasi tersebut dapat berupa lelucon, cerita-cerita seram, gosip ataupun mengaitkan pelajaran dengan pengalaman pribadi guru tersebut. Seorang guru juga harus mengajari muridnya hal-hal yang baik, bukan malah menjerumuskan siswanya ke jalan yang tidak baik.
Demikianlah pendapat saya mengenai guru ideal menurut pendapat saya.

Willyanto W.D, XI IPA 4/22 mengatakan...

Menurut saya seorang guru yang ideal adalah guru yang mengerti serta memahami materi yang hendak diajarkannya kepada muridnya. Selain itu guru yang ideal harus mengerti cara menyampaikan materi tersebut dengan metode dan cara yang tepat kepada muridnya sehingga murid tersebut bisa mengerti, mengingat, dan menerapkan materi tersebut saat mengerjakan soal baik secara lisan maupun tulisan. Guru yang ideal juga harus menyenangkan saat mengajar maksudnya menggunakan metode yang menyenangkan dan tidak membosankan saat memberikan materi sehingga murid-muridnya menjadi tertarik dan mengantuk saat menyimaknya. Di samping itu seorang guru yang ideal juga harus memberikan motivasi yang kuat kepada muridnya dalam belajar sehingga murid tersebut menjadi bersemangat serta mempunyai obsesi untuk menjadi orang yang lebih baik setiap harinya sehingga bisa mencapai kesuksesan di masa depannya dan seorang grur yang ideal juga harus berperilaku adil kepada setiap muridnya baik dalam pengajaran maupun memberikan penilaian maksudnya seorang guru yang ideal harus bersifat objektif bukan subjektif saat memberikan penilaiian maupun pengajaran. Guru yang ideal juga harus memberikan contoh dan panutan yang baik kepada muridnya baik dalam perilaku maupun perkataannya misalnya ia harus menggunakan bahasa yang sopan serta berperilaku sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku di Negara kesatuan Republik Indonesia ini dan tidak melakukan pelanggaran yang bersifat criminal dan berat menurut hokum. Guru yang ideal juga adalah guru yang professional yang selalu bersikap sesuai dengan pekerjaannya dan tidak mencari alasan untuk tidak melakukan pekerjaan yang seharusnya ia lakukan selain itu guru yang ideal harus merupakan seornag guru yang bertanggung jawab baik kepada murid-muridnya dengan memeberikan pengajaran maupun kepada atasannya dengan cara mempertanggungjawabkan apa yang telah ia ajarkan kepada muridnya. Di suatu saat guru yang ideal bukan hanya guru yang terus memberikan tugas dan ulangan tetapi juga harus memberikan penghiburan kepada muridnya yang sedang terpuruk atau kurang bersemangat baik karena nilai-nilainya yang turun maupun Karena masalah pribadinya sehingga semangat belajarnya menurun dengan kata lain guru yang ideal harus memahami muridnya, mengerti apa yang dibutuhkan muridnya, dan bisa memberikan suatu solusi yang tepat,cepat dan ideal dalam menyelesaikan masalah muridnya. Terakhir guru yang ideal harus dihargai dan dihormati oleh muridnya.

Anonim mengatakan...

Menurut saya guru yang ideal adalah guru yang mau mengajar dengan sabar dan memberi tugas yang sesuai. Dengan begitu saya yakin saya akan rajin belajar dan menyukai pelajaran tersebut. Akibatnya, nilai saya akan naik dan bagus.


Vincent XI IA 4 - 7

stefan mengatakan...

Guru Ideal
Tidak ada guru di dunia yang sempurna, tetapi banyak guru di dunia yang disenangi oleh murid dan dapat berkomunikasi baik dengan murid. Guru seperti itulah yang dapat disebut guru ideal. Guru ideal adalah guru yang dapat berkomunikasi dengan murid dengan baik.
Guru yang ideal seharusnya dapat mengajar dengan baik. Pelajaran tidak membosankan, ada senda gurau pada pelajaran agar tidak bosan. Banyak memberi latihan yang berhubungan dengan ulangan harian maupun ulangan umum agar dapat mengerjakan ulangan dengan baik. Guru ideal seharusnya juga memotivasi murid-muridnya untuk belajar lebih giat. Guru yang ideal member ulangan yang tidak terlalu susah, jika dalam satu kelas yang remidi lebih dari 75%, seharusnya diadakan tes ulang yang tingkat kesusahannya lebih mudah.

Stefan Feliciano Tandawidjaja
XI IA4 / 16

Anonim mengatakan...

Menurutku Guru yang Ideal itu adalah guru yang diidolakan oleh muri - muridnya dengan cara dapat mengontrol emosinya dan tidak pilih kasih atau membedada-bedakan muridnya, karena dibedakan membuat seorang murid tidak mengidealkan guruyang membedakan tersebut.

Bryan W.
XI-IA4 / 13

Anonim mengatakan...

Guru yang ideal menurut saya ialah guru yang bisa menjadi teman baik dan menerima muridnya apa adanya serta tidak membeda-bedakan dan mau bergaul dengan siapa saja.


isabella - XI IA 4/28

Anonim mengatakan...

Guru yang ideal menurut saya ialah guru yang bisa menjadi teman baik dan menerima muridnya apa adanya serta tidak membeda-bedakan dan mau bergaul dengan siapa saja.


isabella - XI IA 4/28

Anonim mengatakan...

Guru Ideal di Mataku
(Aaron Sutanto Putra/ XI IA4/ 31)

Banyak orang mengatakan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Guru merupakan pekerjaan yang mulia. Dengan bayaran yang rendah mereka bersedia untuk mencucurkan keringat demi anak-anak didiknya. Begitu banyak kata mulia yang keluar dari orang-orang tentang guru. Tetapi tidak demikian denganku.
Di salah satu sisi aku berpikir bahwa guru sangat mulia, tetapi di sisi lain aku berpikir bahwa guru-guru sekarang sangat tidak menyenangkan. Bahkan guru dapat dikatakan sangat tidak bersahabat dengan para anak didiknya.
Guru ideal di mataku adalah guru yang dapat mengerti para anak didiknya dan tidak egois. Yang dimaksud dengan guru yang mengerti anak didiknya adalah mengerti bagaimana keadaan muridnya, mengerti batas kemampuan dan keterampilan muridnya sehingga tidak melewati batas ketika memberikan soal ataupun tugas pada muridnya.Sedangkan yang dimaksud dengan guru yang tidak egois adalah guru yang tidak memaksakan semua kehendak pada muridnya.
Seorang guru ideal adalah guru yang bertanggung jawab penuh atas kewajibannya. Ia merasa bahwa murid didiknya adalah tanggungan yang harus dihadapinya, murid-murid yang harus menguasai materi dengan baik. Guru yang ideal akan menuntun para muridnya berjalan menuju keberhasilan dengan sabar.
Selain itu guru yang ideal menurutku adalah sesosok guru yang dapat berteman dengan semua muridnya. Dapat membuat kelas serasa seperti sebuah pertemanan yang saling membantu satu dengan yang lainnya, tidak seperti orang yang sok tahu, di mana hanya mau memberikan materi tetapi tidak mau menerima pendapat dari orang lain. Guru ideal akan memberikan penilaian secara objektif. Penilaian apa adanya dari hasil pekerjaan muridnya bukan berdasarkan ketertarikan guru tersebut pada siswanya.

Anonim mengatakan...

Guru Ideal di Mataku
Oleh Bastian Saputra Oetomo / XI-IA 5 / 28

Menurut saya, guru ideal adalah guru yang sangat mengasihi dan memperhatikan masa depan murid-muridnya. Ia akan merasa senang ketika muridnya meraih suatu hasil atau prestasi yang membanggakan dan akan mendukung serta menyemangati muridnya yang telah gagal dalam melaksanakan sesuatu.
Tidak hanya itu, seorang guru ideal adalah sesosok guru yang dapat menjadi teladan hidup bagi murid-muridnya, atau dapat dikatakan menjadi idola bagi murid-muridnya. Ia akan merasa bahwa dirinya adalah panutan bagi muridnya.
Seorang guru ideal adalah guru yang bertanggung jawab penuh atas kewajibannya. Ia merasa bahwa murid didiknya adalah tanggungan yang harus dihadapinya, yakni anak-anak yang harus menguasai materi dengan baik. Guru yang ideal akan menuntun para muridnya berjalan menuju kesuksesan dengan sabar.
Tak lepas dari itu, seorang guru yang dapat dikatakan ideal pasti disenangi para muridnya. Tidak ada murid yang membencinya. Meskipun ada, tidak akan banyak murid yang membencinya. Ia akan menjadi idola para murid dan memiliki aura untuk membuat murid-muridnya termotivasi untuk melangkah lebih jauh.
Guru yang ideal adalah guru yang tidak memaksakan kehendaknya dan mengerti akan keterbatasan murid-muridnya. Ia tidak akan memberikan tugas yang melewati batas kemampuan anak didiknya. Ia akan mengerti dan memahami kesulitan murid-muridnya ketika ia memberikan tugas.

bridgeta mengatakan...

Profesi guru adalah profesi yang mulia. Dia adalah sosok yang selalu memeberi dengan tulus dan tidak mengharapkan imbalan apapun. Guru tidak hanya mengajar atau mentransfer ilmunya ke anak didik, tetapi juga menjadikan anak didiknya berprilaku mulia.

Banyak guru ingin dirinya disebut guru yang ideal, tetapi apakah dia sudah memiliki kriteria sebagai guru yang ideal? Ideal di mata siapa? Tentu saja murid-muridnya. Terkadang banyak yang berpikir, apakah guru-guru saat ini gencar mengikuti/ sudah bersertifikasi termasuk guru yang ideal?belum tentu.

Menurut saya hal pokok yang harus dimiliki seorang guru selain menguasai materi yang diajarkan adalah harus memiliki pedoman hidup sederhana, wajahnya ceria, senang dan menerapkan 5S dalam kesehariannya, yaitu sapa, senyum, syukur, salam, dan sabar. Jika setiap guru akan hal itu, saya yakin siapa yang diajarnya akan merasa aman dan nyaman. Karena ketika kita tidak faham materinya maka dengan sadar dia akan menerangkannya kembali.

Guru yang ideal adalah guru yang memiliki 5 kecerdasan yaitu kecerdasan intelektual, moral, sosial, emosional, dan motorik. Kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan moral. Mengapa? Karena bila tidak, akan mnghasilkan anak didik yang hanya mementingkan keberhasial ketimbang proses, segala cara dianggap halal, yang penting mencapai target maksimal.

Selain kecerdasan di atas, kecerdasan sosial juga harus dimiliki oleh guru agar tidak egois dan selalu memperdulikan orang lain yang membutuhkan. Diapun juga harus mampu bekerjasama dengan karakter orang lain yang berbeda. Kecerdasan emosional harus ditumbuhkan agar guru tidak mudah marah, tersinggung dan meremehkan orang lain.

Saya yakin pasti semua guru ingin menjadi guru ynag ideal dan profesional. Bila semakin banyak guru ideal tersebar di sekolah-sekolah di seluruh indonesia, maka dipastikan dapat membentuk murid-murid yang cerdas dan berbudu pekerti luhur.
bridgeta XI_IA5/15

Anonim mengatakan...

Profil Guru Ideal

Menurut saya, guru yang ideal adalah guru yang sabar, tidak terlalu serius, tidak cepat marah, dan dapat memotivasi siswanya untuk belajar. Maksdunya, seorang guru harus mampu membuat mata pelajaran yang ia ajar menjadi menyenangkan, sehingga siswa dapat menikmati dalam mengikuti pelajaran dan termotivasi untuk belajar dengan giat. Selain itu, seorang guru seharusnya dapat memberikan teladan atau contoh yang baik bagi para siswa, sehingga layak untuk ditiru dan dijadikan panutan.

Seorang guru seharusnya objektif dalam hal apapun. Artinya, bersikap tidak pilih kasih, yaitu tidak membedakan antara murid yang satu dengan yang lain dalam memberikan penilaian. Selain itu, guru ideal harus mampu menerangkan dengan jelas, mudah diterima dan dimengerti oleh para muridnya, karena kebanyakan guru biasanya tidak dapat mengajar dengan jelas, hanya memberikan soal dan jawaban sekaligus, tanpa membahasnya terlebih dahulu, sehingga membingungkan para murid.

Guru yang ideal juga harus kreatif dan humoris. Artinya, dapat memberikan materi dengan berbagai metode, tidak hanya ceramah, tetapi harus diselingi dengan joke. Hal itu dapat mengurangi kejenuhan siswa pada saat pelajaran sehingga tidak menyebabkan rasa bosan dan mengantuk.

Di samping itu, guru yang baik juga tidak melulu memberikan tugas yang berat dan berlebihan bagi para muridnya. Dalam hal ini, tugas yang diberikan kepada para murid harus berhubungan dengan materi yang saat itu sedang diajarkan atau dibahas. Banyak tugas yang terlalu berat dan berlebihan, apalagi yang menyimpang dari materi, dapat membebani pikiran para murid.

Nama : CORNELIA MELINDA
Kelas: XI IA 4 / 23

Anonim mengatakan...

Wawancara
Wawancara berikut adalah potongan dari wawancara yang sudah saya lakukan dengan Della Emily,XI-S3.
Marcel : pewawancara
Della : Narasumber
Marcel : menurut anda bagaimana sifat – sifat guru yang ideal?
Della : Tau kapan serius kapan bercanda. Tidak terlalu banyak jam yang kosong. Kalau terlalu banyak jam kosong, buat apa sekolah? Tidur aja di rumah. Hehehe.
Marcel : apa ada kriteria guru ideal secara fisik? Mungkin yang tampan. Dan apakah itu berpengaruh?
Della : hmm.. tidak terlalu berpengaruh sih. Asal tidak ‘hancur’ saja, bukan masalah. Soalnya kalo hancur, jadi tidak enak dipandang. Hehehe
Marcel : kalau dari segi nilai dan soal – soal ulangan, guru seperti apa yang ideal menurut anda?
Della : jangan yang terlalu murah. Yang sesuai standart saja. Kalo terlalu murah, pasti jadi malas belajar dan pasti agak marah, soalnya tidak imbang antara yang malas dan yang rajin.
Marcel : wah, berarti seorang guru ideal menurut anda itu cukup simpel ya? Hahaha.. apa anda sudah memiliki sesosok guru ideal itu?
Della : terkadang diajar Pak Thomas enak sih
Marcel : beliau mengajar pelajaran apa? Dan sifat apa yang menurut anda ideal?
Della : Geografi. Soalnya Pak Thomas sangat berwibawa. Jadi kalau anak – anak mau ribut jadi sungkan sama Pak Thomas. Tapi bukan berarti jadi takut. Pak Thomas sangat friendly sih. Enak aja. Hehehe
Marcel : menurut anda, apakah di Sinlui ini banyak guru yang ideal?
Della: ya,cukup berimbanglah. Ada banyak tipe guru yang mengajar. Jadi asik,bisa merasakan berbagai tipe guru. Memang,sih ada yang tidak enak juga. Ulangannya sangat sulit. Sampai – sampai rasanya belajar itu percuma. Tetap remidi soalnya. Hahaha
Marcel : wah, berarti jadi guru ideal itu tidak gampang juga ya. Banyak kriteria yang harus dipenuhi. Mungkin ada saran – saran untuk para guru Sinlui?
Della : pokoknya jangan sampe terlalu ‘galak’. Kalau ulangan susah si,bisa di toleransi. Tapi kalau cara mengajarnya kurang enak, jangan sampai deh ulangannya susah. Bisa – bisa remidi semua. Hahaha.


Guru Ideal
Seorang Guru yang ideal memiliki bermacam macam kriteria,tergantung bagaimana seserorang memandangnya.
Menurut saya seorang Guru dikatakan ideal apabila dalam kesehariannya ia telah melaksanakan perannya sesuai dengan kedudukannya.
Dimana seorang guru mampu mendidik seorang siswa siswi nya menjadi berpengetauan lebih.baik dalam akademik maupum non-akademik dan yang paling penting dari peran seorang guru adalah guru mampu di pandang dan di hormati oleh anak didik nya sebagai guru,karena tanpa seorang guru dapat di hormati oleh anak didiknya guru itu belum dikatakan berhasil menjalankan perannya,setelah dapat dihormati itulah seorang guru mampu menjalankan kewajibannya,yaitu mengajarkan ilmu pengetauan yang telah ia peroleh sebelumnya dan menerangkan nya kepada anak didiknya.dan tidak lupa masalah talenta seorang guru yaitu memiliki talenta mengajar dan mampu membuat para anak didiknya mengerti tentang materi yang di ajarkan,tidak hanya sekedar pintar untuk dirinya sendiri akan tetapi dapat membagikan ilmu yang ia dapat kepada orang lain.
Kesimpulanya syarat Guru yang ideal adalah seseorang yang mampu di hormati sebagai guru oleh para anak didiknya,karena tanpa di hormati proses pembelajaran di sekolah tidak berjalan dengan lancar sebagaimana harusnya.

Marcellinus S XI IA 4 / 14
thx pak ^^

Eduardus Benyamin mengatakan...

Guru ideal menurutku:
a.Guru yang mau memberi pengertian kepada muridnya
b.Guru yang baik hati
c.Guru yang ramah dan mau berteman dengan muridnya

Siget Wibisono / XI-IA4 / 15 mengatakan...

Guru ideal menurutku adalah guru yang dapat mendidik muridnya menjadi seorang pribadi yang berkualitas tinggi tidak hanya dalam bidang pengetahuan saja, melainkan juga dalam bidang spiritual. Dilihat dari segi pengetahuan, seorang guru yang ideal harus mampu memberikan suatu pengajaran yang baik dimana setiap siswanya dapat tertarik untuk memperhatikan materi yang diajarkan dengan baik. Selain dapat memberikan suatu pengajaran yang menarik, guru ideal harus memberikan kesempatan pada murid-muridnya untuk bertanya tentang materi-materi yang dijelaskan. Kemudian dilihat dari soal ulangan, guru ideal harus membuat soal yang berbobot dengan asumsi bahwa soal tersebut tidak terlalu susah maupun terlalu mudah, sehingga dapat memilah-milah dan menunjukkan murid mana yang menguasai materi dan murid mana yang kurang menguasai.
Bila dilihat dari segi spiritual, guru ideal seharusnya dapat memberikan suatu dukungan secara moral kepada siswa-siswanya dengan mengorbankan sebagian kecil dari jam pelajarannya untuk memberikan suatu nasihat-nasihat yang dapat membangun siswa-siswinya. Masukan-masukan tersebut dapat pula diberikan dengan mengambil sebagian kecil dari satu jam pelajaran untuk membekali para muridnya untuk menjadi pelajar yang berkualitas tinggi secara pengetahuan maupun spiritual.

Anonim mengatakan...

Andy Widyasayogo
XI IA 5 / 26

Guru ideal ialah guru yang bisa membuat anak didiknya mencintai pelajaran apa yang telah diajarkan guru yang menurut siswi itu sulit, guru yang bisa membuat suasana belajar jadi enak dan tidak bosan untuk belajar, guru yang bisa menciptakan cara mengajar atau metode mengajar yang baru yaitu dengan cara bagaimana supaya anak itu mencintai mata pelajaran tersebut. Misalnya dengan cara permainan, dll. Memang agak susah untuk jadi guru ideal yang bisa dicintai murid-muridnya. Guru ideal akan berusaha untuk mengetahui karakter masing-masing setiap anak didiknya. Setiap anak memang berbeda-beda, ada yang cerewet, dan ada pula yang pendiam. Jangan asal hanya mengetahui tetapi juga dipelajari dari masing-masing setiap anak agar proses belajar-mengajar menjadi lancar tanpa halangan. Belajar memang tidak harus didalam kelas, tapi bisa dimana saja yang penting happy semua. Berilah kepercayaan pada anak didik dan tumbuhkan rasa percaya diri pada anak didiknya. Aku tahu, semua guru memang berbeda, dari cara mengajarnya maupun cara berbicaranya. Sebenarnya aku tidak meremehkan soal guru, tapi kadang juga aku sebal pada guru. Hanya gara-gara guru itu disaat harus berkelompok tapi disuruh mencari sendiri kelompoknya. Jadi agak susah untuk menerima atau diterima oleh kelompok. Saya ingin guru itu bisa bersikap adil terhadap semua murid-muridnya. Terserah guru mau melakukan apa yang penting hal tersebut bermanfaat. Jadi Guru ideal itu guru yang bisa membimbing atau menuntun siswa dalam meraih impian masa depan, menjadi pribadi yang unggul dalam menghadapi era globalisasi. Memberi pengarahan agar bisa menghadapi tantangan zaman.