Senin, 15 Desember 2008

Seputar SEMINARI

Temu Tujuh Kolese di Seminari Mertoyudan

Magelang—Tujuh kolese Jesuit, pada tanggal 13-16 Oktober 2008, menggelar acara temu bareng yang sudah akrab dinamakan Temu Kolese (Tekol) di Seminari Mertoyudan. Ketujuh kolese tersebut adalah Kolese Kanisius Jakarta, Kolese Gonzaga Jakarta, Kolese Loyola Semarang, Kolese PIKA Semarang, Kolese De Britto Yogyakarta, Kolese Mikael Solo, dan Seminari Petrus Kanisius Mertoyudan. Temu tujuh kolese itu mengusung tema “Bersama Membangun Karakter”. Kegiatan “Tekol” ini dibuat dengan maksud agar para siswa-siswi kolese dapat saling mengenal serta dapat melanjutkan kerja sama setelah lulus dari masing-masing Kolese mereka.
Desain kegiatan Temu Kolese kali ini sarat dengan kolaborasi sehingga diharapkan dapat membuat para siswa-siswi kolese untuk semakin menghayati nilai-nilai persaudaraan dan kerja sama sebagai bekal masa depan mereka. Selain itu, dengan tema besar “Bersahabat Membangun Karakter”, diharapkan juga bahwa dalam diri siswa semangat hidup 3C (Competence, Conscience, Compassion) yang merupakan dasar setiap kolese semakin terus dihidupi dan dinyalakan.
Demi memeriahkan dan menyemarakan acara Tekol tersebut, berbagai kegiatan yang sifatnya kompetisi pun dirancang. Kegiatan-kegiatan diformat sedemikian rupa agar seluruh siswa dapat terlibat dan dapat bekerja sama dengan teman-teman baik yang satu kolese maupun dengan teman-teman dari kolese yang lain. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan antara lain adalah lomba debat (bahasa Indonesia dan bahasa Inggris), sepak bola, bola volly, basket, dan futsal. Dalam kegiatan yang dipolesi kompetisi tersebut, para siswa dan siswi dalam suatu tim yang merupakan gabungan dari berbagai kolese berusaha atau berjuang untuk menyaingi bahkan mengalahkan tim lain yang juga tim kolaborasi dari bebeberapa kolese. Dengan kegiatan-kegiatan yang sarat kompetitif ini, semangat kerja sama tim (team work) menjadi semakin terasah. Sikap proaktif dan saling memahami pun menjadi semakin bertumbuh dan berkembang. Di atas semua itu, semangat sportivitas tetaplah selalu dijaga dan dijunjung tinggi oleh semua peserta tekol.

(Oleh: Ventianus Sarwoyo, salah satu Juri Lomba Debat ‘Tekol’ 2008)

Tidak ada komentar: