Rabu, 05 November 2008

Puisi

Nyayikan Hati dengan Puisi

Dalam rangka memeriahkan HUT yang ke-60 sekaligus merayakan Lustrum XII SMA Kolese De Britto, pada Minggu, 3 Agustus 2008 diselenggarakan lomba musikalisasi puisi. Kegiatan tersebut mengambil tempat di kantin yang letaknya di sebelah timur SMA tersebut. Kegiatan itu dibuka secara langsung oleh Drs. Th. Sukristiyono selaku kepala sekolah dan Supriyatno selaku Ketua Lustrum dan Ketua Reuni. Lomba yang mengambil tema “Nyanyikan Hati dengan Puisi” tersebut diikuti oleh 14 kelompok. Jenis tampilan yang dipertontonkan masing-masing kelompok cukup bervariasi; begitu pula dalam hal jumlah anggota. Ada yang anggotanya hanya 4 orang, tetapi ada juga yang 62 orang, yakni Kelompok Stero dari SMA Stella Duce 2.
Munculnya jenis tampilan yang beragam dan jumlah personal yang terlibat memang tidak bisa terlepas dari bagaimana setiap kelompok menerjemahkan istilah “musikalisasi puisi”. Ada yang menerjemahkan istilah “musikalisasi puisi” dengan menyanyikan atau melagukan sebuah puisi; tetapi ada pula yang menginterpretasikan bahwa musikalisasi puisi itu sama dengan membacakan puisi dengan diiringi musik. Beragam jenis interpretasi ini pun tampak dalam acara “unjuk kebolehan” di sekolah Katolik yang dikenal banyak orang sebagai sekolah yang bebas tapi bertanggung jawab itu.
Menanggapi beragam interpretasi orang (kelompok) terhadap istilah “musikalisasi puisi” itu yang kemudian tampak dalam jenis atraksi saat perlombaan berlangsung, Didik Kristantohadi, S. Pd. selaku koordinator lomba musikalisasi puisi, berkomentar biarkan beragam jenis interpretasi itu muncul; hal itu akan menjadi sesuatu yang kaya. “Yang terpenting adalah makna atau pesan yang ingin ditonjolkan lewat musikalisasi puisi itu benar-benar sampai ke hadapan penonton/audiens”, ungkap guru Bahasa Indonesia yang akrab disapa Pak Didik.
Lomba yang berlangsung pukul 08.40–14.20 WIB tersebut mendapat tanggapan yang cukup antusias dari berbagai pihak baik intern sekolah maupun dari masyarakat umum. Hal itu dapat terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dan memenuhi halaman kantin SMA yang akrab disebut JB itu. Semua rangkaian acara berlangsung dalam suasana yang cukup meriah dan berjalan lancar. Pihak panitia menunjuk 3 orang juri dalam perlombaan tersebut, yakni Landung Simatupang (penyair), Petrus Hariyanto (Dosen PBSID, USD) dan Tolik Handonohadi (musisi).
Kompetesi yang memakan waktu lebih kurang 6 jam itu akhirnya membesarkan hati Kelompok Stero dari SMA Stella Duce 2 yang keluar sebagai juara I. Selain itu, juara II diraih kelompok Laku Kita, Juara III diperoleh kelompok Beranda, kelompok Mardawa Mandala berhasil menduduki peringkat Harapan I, dan kelompok Sanggar Burung dari kelas XI Bahasa SMA Kolese De Britto meraih peringkat Harapan II. Hadiah kepada para pemenang diberikan langsung oleh Kepsek SMA Kolese De Britto.
Saat membacakan hasil perlombaan, Landung Simatupang sempat melontarkan beberapa kritik dan saran yang datangnya dari para dewan juri. Salah satu kritik yang menarik adalah sebagian besar peserta lomba tidak mengoptimalkan fungsi mic. “Peserta selalu mengandalkan teriak. Akibatnya suasana puisi jadi rusak” ungkap Ketua Dewan Juri itu. Kritik dan saran ini tentunya menjadi sebuah masukan yang bernilai bagi kita semua khususnya yang menyukai dunia puisi.
Sesaat sebelum pembacaan hasil lomba, Stero Orkestra juga sempat menghibur para penonton sekaligus ikut memeriahkan HUT SMA Kolese De Britto yang usianya sudah lebih dari setengah abad dengan menyanyikan 5 buah lagu. Pada saat yang bersamaan, bertempat di Ruang Audiovisual 2 SMA Kolese De Britto juga berlangsung lomba karya ilmiah remaja (KIR) yang dikomandoi Robertus Arifin Nugroho, guru Biologi SMA De Britto. Lomba ini juga merupakan bagian dari agenda menyonsong HUT dan Lustrum JB yang secara khusus diperuntukan bagi para siswa SMP.

(Peliput: Ventianus Sarwoyo, mahasiswa PBSI, Universitas Sanata Dharma)

Tidak ada komentar: