Minggu, 02 November 2008

Berita seputar PBSI dan USD

PBSID,Universitas Sanata Dharma:
Mengasah Softskill Mahasiswa melalui PPKM II


Program Studi PBSID, FKIP, Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa (PPKM) Tahap II pada hari Selasa (12/08) sampai Kamis (14/08) di Kampus II Mrican. Kegiatan PPKM II ini merupakan lanjutan dari PPKM I yang sudah diselenggarakan pihak universitas pada Januari 2008 yang lalu. Pelatihan yang diikuti kurang lebih 84 mahasiswa angkatan 2007 ini difasilitatori oleh tiga orang dosen PBSID, yakni Drs. G. Sukadi, Drs. P. Hariyanto, dan L. Rishe Purnama Dewi, S. Pd., yang juga bertindak sebagai ketua panitia.
Kegiatan PPKM ini merupakan suatu kegiatan unggulan dan kekhasan yang dimiliki USD. Semua kegiatan PPKM ini merupakan bagian dari upaya mengasah softskill mahasiswa, dan lebih dari itu misi besarnya adalah mewujudnyatakan motto Memadukan Keunggulan Akademik dan Nilai-Nilai Humanistik yang selalu dikedepankan USD. Kegiatan pengembangan kepribadian ini juga merupakan bagian dari rangkaian upaya memberikan pendampingan yang utuh kepada mahasiswa. USD merasa bahwa tidak cukup kalau para mahasiswanya hanya dibekali dan dijejali dengan berbagai hal yang sifatnya teoretis. Agar mencapai suatu perkembangan yang utuh, matang, dan seimbang dalam diri seorang individu, di samping penguasaan terhadap hal-hal yang sifatnya teoretis (kognitif), seseorang juga harus perlu dilengkapi dengan berbagai hal yang sifatnya afektif. Dalam istilah lain yang mungkin lebih keren dan populer pada saat ini adalah kecerdasan emosional.
Kenyataan yang terjadi di lapangan tidak mungkin kita pungkiri lagi. Saat ini dunia kerja tidak lagi membutuhkan orang-orang yang hanya cerdas secara inteletuktual namun “mati” dalam hal sikap/kepribadian; tidak lagi memerlukan manusia-manusia seperti “robot berjalan”. Yang dicari dan dapat diandalkan pada zaman sekarang adalah orang-orang seimbang dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik; orang-orang yang memiliki kepribadian dan karakter yang kuat; dan orang-orang yang memiliki rasa kemanusiaan. Berangkat dari kenyataan seperti ini pula yang (mungkin) telah mengilhami para pimpinan USD untuk merancang kegiatan yang memungkinkan para mahasiswanya cerdas secara emosional, selain cerdas secara intelektual.
Kegiatan PPKM ini sifatnya wajib bagi para mahasiswa USD. Pada tahun-tahun yang lalu, kegiatan PPKM ditangani secara langsung oleh pihak universitas yang dikomandoi Wakil Rektor (WR) Bidang Kemahasiswaan; biasanya kegiatan ini hanya dijalankan sekali untuk tiap angkatan. Hal itu berbeda dengan yang terjadi pada tahun ini. Pihak universitas merancang kegiatan PPKM dalam 2 tahap. PPKM tahap I diselenggarakan pihak universitas, sedangkan PPKM II langsung ditangani oleh program studi. Walaupun semuanya tetap berada di bawah koordinasi WR Bidang Kemahasiswaan.
Dibedakannya PPKM menjadi PPKM I dan II juga dipengaruhi oleh jenis kebiasaan yang ingin dikedepankan. Dalam PPKM I, kebiasaan yang dikedepankan adalah jadilah proaktif, mulailah akhir dalam pikiran, dahulukanlah hal yang harus didahulukan. Kebiasaan-kebiasaan ini berhubungan dengan pengendalian diri. Jika ketiga kebiasaan ini berhasil dikuasai seseorang, maka orang tersebut akan mencapai kemenangan pribadi (private victory). Hal itu akan berbeda dengan kebiasaan yang dikembangkan dalam PPKM II. Kebiasaan-kebiasaan pada PPKM II berhubungan dengan menjalin relasi dengan sesama dan bekerja dalam tim, yakni berpikirlah menang-menang, berusahalah dulu memahami baru dipahami, bersinergilah. Seseorang yang berhasil dalam mengembangkan kebiasaan-kebiasaan ini, orang tersebut akan mencapai kemenangan bersama (public victory)
Kegiatan pelatihan ini dirancang sedemikian rupa sehingga para peserta (mahasiswa) tidak merasa bosan. Berbagai jenis permainan energizer dikombinasikan dengan berbagai permainan pengantar materi membuat para mahasiswa semakin enjoy mengikuti kegiatan itu. Nyanyian-nyanyian yang disertai gerakan dan jingle-jingle yang dirancang para peserta sendiri semakin memeriahkan suasana kegiatan yang berlangsung selama 3 hari itu. Selain “dibumbui” dengan permainan, pelatihan ini juga diisi dengan pengerjaan lembar-lembar kerja sebagai bentuk simulasi serta lembar refleksi.

(Peliput: Ventianus Sarwoyo, mahasiswa PBSID-USD)

Tidak ada komentar: