FKIP 29 Oktober 2007 07:31:05
KEPEMIMPINAN DAN KETELADANAN: Sumbangan Kaum Muda Terhadap Upaya Peningkatan Daya Saing Bangsa
Kalimat di atas adalah judul makalah garapan Ventianus Sarwoyo mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia & Daerah FKIP USD, yang menjadi Juara I dalam Lomba Penulisan Makalah Ilmiah Peranan Pemuda Dalam Peningkatan Daya Saing Bangsa. Lomba ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Akuntansi (HIMAPADU) FKIP USD Sabtu (27/10) di Ruang Driyarkara Gedung Pusat USD.Dalam makalahnya, Ventianus Sarwoyo memaparkan sejarah bangsa Indonesia telah menunjukkan dan membuktikan bahwa pemuda Indonesia memang senantiasa jadi pelopor atau pemimpin bangsanya dalam berbagai tahap perjuangan. Kebangkitan Nasional tahun 1908 dipelopori oleh orang-orang muda, Sumpah Pemuda tahun 1928 yang telah merekat bangsa ini menjadi bangsa yang satu jelas adalah karya para pemuda. Proklamasi 1945 dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan juga dipelopori oleh pemuda. Demikian pula saat rakyat Indonesia berusaha menyingkirkan rezim orde baru, pemuda tetaplah menjadi yang terdepan. Hal tersebut merupakan fakta peran pemuda di masa lampau.Lalu, apa yang perlu dilakukan pemuda sekarang? Lebih lanjut Ventianus Sarwoyo menyebutkan dua hal utama yang harus dimiliki kaum muda saat ini untuk bisa memberikan andil yang besar dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa ini dengan bangsa-bangsa lain. Pertama, kaum muda harus mampu memimpin dan kedua, kaum muda harus mampu memberikan teladan. Kepemimpinan bisa berada di mana saja, entah itu di depan, di tengah, atau pun di belakang, seperti ungkapan "ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani”.Tidak hanya sikap kepeloporan atau kepemimpinan, sikap lain yang harus ditunjukkan pemuda adalah mampu memberikan teladan yang baik. Pemimpin bangsa ini sekarang lebih banyak mementingkan kesejahteraan pribadi, korupsi, hanya mengumbar janji untuk meraup dukungan, melakukan politik uang, dan masih begitu banyak tindakan negatif lainnya. Sudah begitu banyak warga masyarakat yang mulai kehilangan kepercayaan terhadap pemimpin (pemerintah) kita saat ini. Di tengah keadaan seperti itu, kiranya kehadiran tokoh kaum muda yang bisa diteladani banyak orang (masyakarat) sungguh relevan dan sangat penting. Keteladanan yang dimaksud jelas berkaitan dengan sikap atau perilaku yang diidealkan atau dicita-citakan banyak orang (warga masyarakat), demikian Ventianus Sarwoyo menegaskan.Lomba penulisan makalah ilmiah yang menjadi salah satu program kerja HIMAPADU ini terbuka bagi seluruh mahasiswa USD untuk menjadi peserta lomba. Jumlah makalah yang masuk sebanyak 9 makalah, hanya 5 makalah yang bisa lolos seleksi. Hadir sebagai dewan juri adalah Dra. C. Wigati Retno Astuti, M.Si., Y.M.V. Mudayen, S.Pd., dan B. Indah Nugraheni, S.Pd., SIP. Selain Juara I yang tersebut di atas, Juara II diraih oleh Ignatius Bayu Sudibyo, mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah FKIP dengan judul makalah “Belajar dari Nilai-nilai Budaya dan Sejarah Bangsanya”, dan Juara III diraih oleh Erlyna Ekawati, mahasiswa program studi Fisika FST dengan judul makalah “Fenomena Kepeloporan dan Kepemimpinan Pemuda dalam Mendongkrak Daya Saing Bangsa”. (Atk)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar