Rabu, 29 Oktober 2008

Penelitian Kolaboratif

KEMBANGKAN PENELITIAN KOLABORATIF
(Ventianus Sarwoyo)


Beberapa waktu yang lalu Prodi PBSID mendapat visitasi eksternal yakni dari Tim Visitasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Visitasi eksternal tersebut tidak lain merupakan bagian dari kegiatan mengurusi akreditasi prodi PBSID. Waktu itu ada beberapa hal yang dilakukan oleh Tim Visitasi dari BAN PT. Salah satunya adalah mewawancarai para mahasiswa. Penulis termasuk salah seorang dari sekian banyak mahasiswa PBSID yang diwawancara. Bagi saya, dari sekian banyak pertanyaan yang dilontarkan Tim Visitasi BAN tersebut, ada satu pertanyaan yang menarik. Pertanyaan tersebut bunyinya lebih kurang demikian “Seberapa tinggi tingkat keterlibatan mahasiswa dalam penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para dosen?”
Sejenak semua mahasiswa yang diwawancarai terdiam dan tidak ada yang menjawab. Mungkin karena sepengetahuan saya dan teman-teman, selama ini penelitian yang secara bersamaan melibatkan dosen dan mahasiswa belum begitu populer dan sifatnya masih terbatas di Sanata Dharma. Mengisi kekosongan yang berlarut-larut itu, penulis kemudian mencoba mensharingkan sebuah pengalaman yang ada hubungannya dengan penelitian yakni ketika penulis pertama kali terlibat dalam sebuah penelitian seorang dosen PBSID sebagai pengumpul data. Hanya itu yang kami lontarkan karena memang kami tidak mengetahui secara pasti apakah di Sanata Dharma, para mahasiswa sudah sering dilibatkan dalam penelitian-peneltian dosen.
Dari sebuah kisah singkat ini, ada suatu hal yang hemat saya perlu dicari maknanya. Cerita singkat di atas secara implisit mau menggarisbawahi betapa pentingnya dikembangkan penelitian bersama antara dosen dan mahasiswa dalam sebuah lembaga pendidikan tinggi termasuk di USD ini; tidak semata-mata hanya untuk menjadi bukti ketika ada visitasi dari BAN PT untuk kepentingan akreditasi institusi seperti dalam cerita di atas. Fakta yang terjadi di kampus kita ini adalah (sangat) jarang ada penelitian yang di dalamnya secara bersama-sama melibatkan dosen dan mahasiswa. Padahal di dalam sebuah kampus yang merupakan sebuah lembaga ilmiah/akademik, penelitian seharusnya sudah menjadi sesuatu yang sifatnya wajib dan rutin terjadi.
Di USD penelitian mungkin sudah banyak dilakukan. Tetapi yang terjadi adalah bahwa penelitian-penelitian itu sebagian besar atau bahkan semua merupakan hasil karya (beberapa) dosen atau pun juga hasil karya mahasiswa sendiri yang kemudian berbentuk skripsi atau tugas akhir. Penelitian-penelitian yang merupakan hasil kerjasama antara dosen dan mahasiswa, sepengetahuan penulis jumlahnya masih sangat minim dan terbatas. Ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya hal itu, antara lain: pertama, tidak ada yang bisa memfasilitasi (termasuk dalam hal ini misalnya menyiapkan dana); kedua, kemungkinan akan menghadapi banyak kendala (ketimpangan) ketika akan mengadakan penelitian kolaboratif tersebut karena kemampuan antara dosen dan mahasiswa memang berbeda; ketiga, sebagian besar mahasiswa tidak memiliki motivasi (atau bahkan tidak peduli) dengan hal-hal seperti itu.
Dengan berbagai kemungkinan seperti di atas, kiranya keberadaan dan peran Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM-USD) bisa lebih dioptimalkan. Dioptimalkan yang dimaksud salah satunya terwujud lewat memfasilitasi terwujudnya penelitian kolaboratif yang dimaksud di atas. LPPM diharapkan bisa mengakomodasi hal ini karena selama ini jarang dan bahkan (mungkin) belum ada hibah dari pemerintah atau dari luar untuk penelitian yang sifatnya merupakan penelitian kolaboratif antara dosen dan mahasiswa.
Ada banyak manfaat yang sebenarnya bisa diperoleh dengan adanya penelitian kolaboratif antara dosen dan mahasiswa ini. Beberapa manfaat itu misalnya: pertama, program ini bisa mendukung langkah universitas ini menuju sebuah universitas riset; kedua, iklim akademik/ilmiah menjadi semakin terasa di kampus kita ini; ketiga, dari hasil-hasil penelitian itu kita bisa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas (yang ada di luar kampus); keempat, menciptakan interaksi yang lebih akrab antara dosen dan mahasiswa; kelima, universitas termasuk para dosen bisa memfasilitasi mahasiswa yang memang tertarik dan sungguh memiliki motivasi untuk melakukan penelitian. Lebih dari itu, sesungguhnya aktivitas ini merupakan salah satu bagian dari tri dharma perguruan tinggi. Semoga universitas ini bisa mewujudkan hal itu.

Catatan:
Penulis adalah mahasiswa PBSID, USD Angkatan 2005

Tidak ada komentar: